Jumat, 02 Maret 2012

TATA CARA PENANAMAN PADI SECARA TRADISIONAL


1.     Penyiapan Bibit Padi (Persemaian)

Membuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi. Pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya, sebab benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah, oleh karena itu persemian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai. Persemaian dilakukan dengan menyebar benih padi secara merata pada bedengan dengan kandungan air jenuh tetapi tidak menggenang. Dalam tiga atau empat hari benih telah berkecambah. Tanaman muda yang berumur tiga minggu siap dicabut dan dipindah ke lahan sawah. Bibit yang telah dicabut, akan di kelompokkan kemudian di ikat dan dibawa ke sawah.


2.    Penyiapan Lahan (Sawah)

Jika musim hujan telah tiba, maka para petani segera membuka lahan untuk musim tanam. Pada saat ini dilakukan pengolahan tanah yang bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah (struktur tanah) yang dikehendaki oleh tanaman. Pengolahan tanah sawah terdiri dari beberapa tahap seperti pembersihan, Pencangkulan, Pembajakan, Penggaruan, Pembersihan.

3.     Penanaman Padi

Pada proses ini, bibit padi yang telah berumum 17-25 hari ( tergantung jenis padinya ) akan segera di tanam. Mula-mula bibit atur sedemikian rupa (biasanya dijejer dalam beberapa baris dan dijejer beraturan). Hal ini bertujuan untuk memudahkan petani ketika menanam. Penanaman padi di sawah umumnya ditanam dengan jarak teratur. Yang paling popular di Pulau Jawa adalah berjarak 20 cm. Tanaman muda ditancapkan ke dalam tanah yang digenangi air sedalam 10 sampai 15 cm hingga akarnya terbenam di bawah permukaan tanah.
4.    Pemeliharaan

Setelah ditanam, maka padi selanjutkan akan tumbuh dalam beberapa minggu. Pada saat ini, padi harus mendapatkan pengairan yang cukup, harus dipupuk, dan dibersihkan dari rumput-rumput liar. Pemberatasan hama dan tikus juga harus dilakukan, agar tanaman padi tidak rusak.
5.    Panen Padi

Padi biasanya bisa dipanen setelah 4-5 bulan. Pada saat itu padi telah berisi dan menguning. Di pedesaan, biasanya petani masih menggunakan arit/celurit untuk memotong padi. Setelah dipanen, padi kemudian dipisahkan dari batangnya dengan cara digepyok atau di gilas

saya juga membuat seperti ini yang menggunakan bahasa jawa karena pengalaman pribadi saya. saya mencari tatacara penanaman padi secara tradisional dengan bahasa jawa, tetapi saya tidak menemukannya di blog/forum satupun

3 komentar: